Kalosi,Warta-sulsel.com — Pemerintah Desa Kalosi, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang, terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) melalui pengelolaan potensi lokal.
Potensi desa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal mulai ditata untuk mendukung kemandirian desa.
Kepala Desa Kalosi, Abd. Malik, menegaskan bahwa kemandirian desa menjadi tujuan utama dalam setiap kebijakan pembangunan.
Menurutnya, desa tidak bisa terus bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat maupun daerah.
“PAD ini penting supaya desa punya ruang gerak yang lebih luas. Kalau hanya mengandalkan bantuan, tentu sangat terbatas,” ujar Abd. Malik.
Berangkat dari pemikiran tersebut, pemerintah desa melakukan pendataan ulang terhadap seluruh aset Desa Kalosi.
Pendataan dilakukan untuk mengetahui aset yang dapat dikelola dan berpotensi memberikan nilai ekonomi.
Tanah kas desa, bangunan milik desa, hingga fasilitas umum yang sebelumnya kurang produktif mulai dimanfaatkan secara optimal.
“Kami tidak menciptakan hal baru. Kami hanya memaksimalkan apa yang sudah ada di desa,” kata Abd. Malik.
Seluruh proses pengelolaan aset dilakukan secara terbuka dan dibahas dalam musyawarah desa.
Langkah ini dilakukan untuk menghindari persoalan di kemudian hari.
Selain pengelolaan aset, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga menjadi perhatian serius pemerintah desa.
BUMDes diarahkan agar benar-benar berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Abd. Malik menjelaskan, unit usaha BUMDes disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi warga setempat.
Usaha yang dikembangkan meliputi jasa layanan desa, pengelolaan hasil pertanian, hingga perdagangan.
“Kami ingin BUMDes ini bukan hanya papan nama, tapi benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Dalam pengelolaannya, masyarakat dilibatkan secara langsung.
Warga diberi kesempatan menjadi tenaga kerja, mitra usaha, sekaligus bagian dari pengawasan.
Menurut Abd. Malik, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan usaha desa.
“Kalau masyarakat merasa memiliki, usaha desa akan lebih kuat dan tahan lama,” tuturnya.
Pemerintah desa juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan PAD.
Setiap pemasukan dicatat dan diumumkan melalui papan informasi desa serta rapat desa.
Langkah ini dinilai mampu membangun kepercayaan masyarakat.
Hasil dari berbagai upaya tersebut mulai terlihat.
PAD Desa Kalosi mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, meski belum signifikan.
Namun, peningkatan tersebut sudah membantu mendukung pembangunan dan pelayanan dasar masyarakat.
Abd. Malik berharap PAD Desa Kalosi terus meningkat seiring pengelolaan potensi desa yang semakin baik.
“Yang penting kita jalan pelan-pelan tapi konsisten. Desa harus bisa berdiri di atas kemampuan sendiri,” pungkasnya. (hsn)



Komentar